Apa Itu Kafir ?

Assalamualaikum Wr.Wb....

Pertanyaan :
Apakah kata “kafir” itu sama artinya dengan “non-muslim”. Istilah “kafir” itu katanya lawan dari “iman” bukan lawan dari “islam”. Jadi orang Yahudi atau Nashrani saat ini bisa jadi tergolong “beriman” karena katanya ada dalilnya dalam Al Quran (QS Al Baqarah : 62; Al Maa`idah : 69). Bagaimana sebenarnya arti kafir itu?


Jawaban :
Sesungguhnya istilah kafir artinya sangat jelas, yaitu orang yang tak beragama Islam, atau dengan kata lain orang yang tak beriman dengan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, baik dia kafir asli, seperti orang Yahudi atau Nashrani, maupun kafir murtad, yaitu asalnya muslim tapi mengingkari salah satu ajaran pokok yang dipastikan sebagai ajaran Islam, seperti wajibnya shalat. (Sa’di Abu Jaib, Mausu’ah Al Ijma’, hlm. 963).

Siapapun yang mengkaji terminologi kafir dalam berbagai kitab-kitab terpercaya (mu’tabar), akan mendapat kesimpulan yang sama, yang intinya pengertian kafir adalah siapa saja yang tidak memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Adapun pendapat bahwa kafir itu adalah lawan dari iman (mukmin) dan bukan lawan dari Islam (muslim), sungguh tidak benar. Karena meski terdapat nash Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kafir kebalikan dari iman, tapi ada juga nash-nash syariah yang menunjukkan kafir adalah kebalikan dari Islam (muslim). Ini semakin menegaskan bahwa istilah kafir itu artinya adalah non-muslim. Misalnya sabda Nabi SAW :
”Orang muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi muslim.” (laa yaritsu al muslimu al kafira wa la al kafiru al muslima). (HR Bukhari 6383; Muslim 1614; Abu Dawud 2911).

Adapun pendapat bahwa orang-orang Yahudi atau Nashrani saat ini bisa jadi tergolong beriman (mukmin), sungguh PENAFSIRAN YANG BATHIL. Mereka yang mengkaji kitab-kitab tafsir mu’tabar seperti Tafsir Al Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, dll, akan mendapatkan penafsiran yang benar mengenai ayat Al Quran QS Al Baqarah : 62 dan Al Maa`idah : 69. Ringkasnya, orang Yahudi dan Nashrani yang tergolong beriman hanya ada dua; pertama, orang Yahudi dan Nashrani yang masih memegang agamanya yang murni yang hidup sebelum diutusnya Nabi SAW. Kedua, orang Yahudi dan Nashrani yang hidup pada saat atau setelah diutusnya Nabi SAW yang masuk Islam.
Wallahualam bisshawab.

Wassalamualaikum Wr.Wb
Previous
Next Post »
Thanks for your comment